Saya
teringat akan sebuah cerita pasangan suami istri asal Indonesia yang
jalan-jalan keluar negeri dan pada saat itu kelaparan dan melihat toko
roti yang menawarkan roti gratis.
Di
Indonesia yang saya ketahui (khususnya di hotel-hotel Jakarta), pada
saat malam hari (waktu sudah mau tutup), biasanya toko roti tersebut
penuh dengan pengunjung karena akan diadakan diskon besar-besaran (biasanya diatas 50%) untuk menghabiskan stok roti hari itu.
Oleh
karena kualitas yang mereka jaga maka roti tidak boleh dibiarkan
menginap 1 hari sebagai stok dan dijual kembali keesokan harinya. Tentu
saja, akan banyak sekali yang menunggu dan mengantri akan roti ini.
Nah, pasangan ini ketika jalan ke negeri di eropa sana kebingungan koq toko roti ini menawarkan roti gratis. Di dalam pikiran sang istri, ya pasti kepengen lah. Toh gratis dan boleh dimakan. Kenapa tidak?
Namun, sebelum ia mengambil roti tersebut, ada pasangan muda lainnya (warga negara sana) yang mengambil roti dan membayarnya.
Penasaran akan hal tersebut maka di tanya ke pasangan muda tersebut,"Kenapa Anda membayarnya? Bukankah roti ini gratis katanya?"
Pasangan muda tersebut tersenyum dan menjawab,"Tidak apa-apa kami membayar karena kami sanggup membayar akan roti ini. Kami memberikan kesempatan bagi mereka yang kelaparan dan tidak mampu membayarnya untuk dapat menikmati roti ini secara gratis."
Sungguh terkejutlah sang istri asal Indonesia ini begitu mendengar jawabannya.
Luar biasa berbeda ya mindset antara orang Eropa dan orang Indonesia. Di Indonesia, begitu mendengar kata gratis atau murah akan di serbu habis-habisan tanpa memikirkan orang lain. Yang penting diri sendiri terpuaskan.
Sementara disana, mereka sangat memikirkan orang lain lebih daripada diri mereka sendiri. Ketika mereka mampu maka mereka akan membayarnya.
Di Indonesia sayangnya, kalau bisa dapat barang gratis (entah gimana caranya), kita akan mendapatkannya tanpa memikirkan hak-hak orang lain. Justru ini adalah sikap mental yang merugikan diri kita dan bangsa kita sendiri.
Coba pikirkan bagaimana jikalau Anda yang memiliki barang tersebut dan hak Anda di rampas?
Atau coba pikirkan jikalau ada orang lain yang lebih membutuhkan sementara Anda masih mampu kenapa harus ambil jatah orang lain karena Anda perlu berhemat?
Mari kita ubah mindset kita menjadi mindset yang berkelimpahan. Kalau kita mampu membayar dan sanggup untuk diusahakan caranya untuk membayar, mengapa kita tidak melakukannya dan memberikan kesempatan bagi yang lebih membutuhkan serta betul-betul kekurangan?
Semoga Anda tercerahkan dan menjadi semakin berkelimpahan.
Salam Millionaire
Andry Salim
Nah, pasangan ini ketika jalan ke negeri di eropa sana kebingungan koq toko roti ini menawarkan roti gratis. Di dalam pikiran sang istri, ya pasti kepengen lah. Toh gratis dan boleh dimakan. Kenapa tidak?
Namun, sebelum ia mengambil roti tersebut, ada pasangan muda lainnya (warga negara sana) yang mengambil roti dan membayarnya.
Penasaran akan hal tersebut maka di tanya ke pasangan muda tersebut,"Kenapa Anda membayarnya? Bukankah roti ini gratis katanya?"
Pasangan muda tersebut tersenyum dan menjawab,"Tidak apa-apa kami membayar karena kami sanggup membayar akan roti ini. Kami memberikan kesempatan bagi mereka yang kelaparan dan tidak mampu membayarnya untuk dapat menikmati roti ini secara gratis."
Sungguh terkejutlah sang istri asal Indonesia ini begitu mendengar jawabannya.
Luar biasa berbeda ya mindset antara orang Eropa dan orang Indonesia. Di Indonesia, begitu mendengar kata gratis atau murah akan di serbu habis-habisan tanpa memikirkan orang lain. Yang penting diri sendiri terpuaskan.
Sementara disana, mereka sangat memikirkan orang lain lebih daripada diri mereka sendiri. Ketika mereka mampu maka mereka akan membayarnya.
Di Indonesia sayangnya, kalau bisa dapat barang gratis (entah gimana caranya), kita akan mendapatkannya tanpa memikirkan hak-hak orang lain. Justru ini adalah sikap mental yang merugikan diri kita dan bangsa kita sendiri.
Coba pikirkan bagaimana jikalau Anda yang memiliki barang tersebut dan hak Anda di rampas?
Atau coba pikirkan jikalau ada orang lain yang lebih membutuhkan sementara Anda masih mampu kenapa harus ambil jatah orang lain karena Anda perlu berhemat?
Mari kita ubah mindset kita menjadi mindset yang berkelimpahan. Kalau kita mampu membayar dan sanggup untuk diusahakan caranya untuk membayar, mengapa kita tidak melakukannya dan memberikan kesempatan bagi yang lebih membutuhkan serta betul-betul kekurangan?
Semoga Anda tercerahkan dan menjadi semakin berkelimpahan.
Salam Millionaire
Andry Salim
Silahkan Like and Share artikel status ini agar tersebar manfaatnya serta
menjadi amal jariyah bagi Anda yang membagikan artikel ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar