Seringkali dalam usaha kita mencapai impian kita, di tengah jalan kita menemukan tantangan untuk mencapainya.
Dan tidak jarang pula, tantangan tersebut adalah sebuah kondisi dimana kita terkadang merasa tidak memiliki kontrol akannya.
Contohnya:
"Pak, saya masih kerja di kantor dan tidak bisa fulltime bisnis online. Jadi, perkembangan dan waktu saya sangat terbatas."
"Pak, saya tiap hari harus antar istri saya ke kantor dan kantornya
sangat jauh. Begitu pulang, saya sudah cape. Nanti harus jemput lagi
sore ketika dia pulang. Mau suruh resign tapi keuangan keluarga belum
mampu."
"Pak,
saya kenapa tidak bisa fokus mengerjakan bisnis online ya? Kayanya ada
banyak halangan, khususnya di keluarga yang pikir saya malah kebanyakan
main di komputer bukan kerja beneran."
Dan berbagai macam hal lainnya...
Melalui renungan akhir tahun ini, saya ingin Anda kembali refleksi diri dan tenang.
Tony
Robbins, sang maestro dalam dunia pengembangan diri mengajarkan jikalau
kita bertemu sebuah masalah maka fokuskan diri kita untuk mencari tahu
inti dari masalah tersebut sebesar 20% dan bahkan 10% sementara sisanya
80% keatas adalah untuk mencari SOLUSINYA.
Kita justru kebalik...
Sering kali kita sudah tahu akar masalah dari suatu problem tetapi di
bandingkan kita berpikir mencari solusi, kita malah terlalu LARUT di
dalam masalah tersebut sampai kita TENGGELAM di dalamnya dengan tanpa
ada solusi apapun.
Jadi, bagaimana sih berpikir solutif?
Coba kita lihat contoh diatas. Jikalau Anda bekerja tidak bisa fulltime
online karena Anda masih kerja di kantor dari jam 9-5. Kira-kira dasar
masalahnya dimana?
WAKTU? Tampaknya begitu..
Saat
ini Anda tidak bisa merubah SITUASI Anda bukan? Memang Anda terpaksa
harus kerja di kantor karena Anda belum mampu full time.
So, apa yang bisa Anda rubah?
Tentu saja DIRI ANDA.
Kalau begitu, bagaimana solusinya? Mari kita pikirkan dan telaah baik-baik..
Anda bisa pikir bagaimana pulang kerja lebih cepat dan pada malam hari,
lembur untuk mengerjakan ketinggalan Anda dalam belajar bisnis online.
Ada waktu sabtu dan minggu dimana Anda bisa memilih untuk mengerjakan bisnis online di bandingkan pergi jalan-jalan ke mal.
Ada keluarga? Sisihkan waktu sejenak bersama mereka lalu kembali
kerjakan bisnis online Anda. Yang terpenting adalah berikan mereka
pengertian dan berikan waktu berkualitas.
See, ketika Anda mau
merubah pola pikir Anda dan mau merubah diri Anda untuk berkomitmen maka
Anda PASTI bisa ketemu solusinya..
Namun, bukan berarti tidak ada tantangannya...
Tantangan terbesar dalam merubah diri justru itu ada di dalam sifat
dasar manusia yang ingin menghindari rasa sakit di bandingkan
mendapatkan kebahagiaan.
Lucu bukan tapi itu betul apa adanya.
Saya pernah melakukan sebuah eksperimen kecil yang saya tanyakan kepada orang lain.
Pertanyaan sederhana "Mengapa Anda mau ke surga?"
Tebak jawaban kebanyakan orang?
Ternyata: "Karena tidak ingin ke neraka."
Funny. Memang ada apa di neraka? Banyak siksaan dan banyak yang tidak menyenangkan disana.
Kesimpulannya: ternyata menghindari rasa sakit itu lebih powerful di mata kita sebagai manusia.
Setelah tahu masalah itu, apa hubungannya dengan sebuah perubahan?
Yang namanya PERUBAHAN itu adalah kita bergerak di luar zona nyaman
kita dan biasanya ini dirasakan sebagai rasa sakit (pain) di dalam
pikiran dan
diri kita.
Walau terkadang perubahan tersebut
memberikan dampak nilai positif secara jangka panjang. Namun, tubuh kita
biasanya tidak memahami hal tersebut.
That's why..
Anda MALAS.
Anda merasa TIDAK ADA ENERGI.
Anda merasa TIDAK MAMPU.
Jadi, bagaimana mengatasinya?
Ada trik dimana Anda bisa memberikan hadiah kepada diri Anda ketika
berhasil mengerjakan hal yang mendekatkan Anda ke impian Anda. Ini cukup
efektif.
Ada juga trik dimana Anda bisa belajar ilmu psikologi
seperti hipnoterapi, ego state ataupun ilmu self mastery lainnya agar
Anda bisa "damai" dengan diri Anda ketika bekerja.
Kalau saya
buat "anchor" atau pengait yang lebih sederhana lagi. Dengan memasang
foto istri dan anak saya selalu di depan ketika saya bekerja.
Di dalam diri saya ada keinginan terdalam membuat mereka bahagia. Namun,
seperti umumnya manusia, lebih besar lagi tidak ingin melihat mereka
menderita. Orang-orang yang saya sangat cintai.
That's WHY, begitu saya malas, tidak ada energi, merasa tidak mampu, saya kembali melihat foto mereka dan wajah mereka.
Saya bayangkan ketika saya malas, mereka akan sengsara dan menderita.
Itu akan jadi pemicu saya untuk kembali bersemangat dan "memaksa" diri
saya untuk menghadapi rasa sakit dan mengejar kebahagiaan yang lebih
besar di masa yang akan datang.
Bagaimana dengan Anda? Tentu setiap orang berbeda-beda.
Intinya adalah... cari PAIN Anda dan gunakan itu sebagai kelebihan Anda, bukan sebagai kekurangan Anda.
So, kalau mau sukses di tahun 2015 ini...
Bukan masalah teknis dan skill seperti adsense, affiliate, online shop dan lain sebagainya yang perlu Anda kuasai.
Yang terbesar dan terpenting..
KUASAI DIRI ANDA!
Untuk diri Anda yang lebih terdorong maju mencapai segala impian Anda
dan lebih solutif dalam menyelesaikan segala permasalahan Anda di tahun
2015.
Happy "Successful" New Year 2015.
Salam Millionaire
Andry Salim
Silahkan Like and Share artikel status ini agar tersebar manfaatnya serta menjadi amal jariyah bagi Anda yang membagikan artikel ini.
Ubah Diri vs Ubah Kondisi
on Sabtu, 03 Januari 2015 Label: Mindset Hidup, Nasihat Hidup

Tidak ada komentar:
Posting Komentar